Kabag Ops Pimpin Pembagian Nasi Siap Saji Untuk Buka Puasa

BERAUTODAY, TANJUNG REDEB – Sebagai wujud nyata dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Polres Berau turut serta memberikan bantuan terhadap masyarakat.

Seperti Minggu (17/5/2020) sore tadi, Polres Berau kembali membagikan ratusan paket makanan siap saji kepada warga yang membutuhkan.

Kabag Ops Polres Berau Kompol Agus Arif mengatakan, kegiatan pembagian makanan siap saji tersebut telah dilakukan sejak hari pertama bulan Ramadan. Pembagian dilakukan dengan menyisir daerah yang dihuni oleh warga yang menbutuhkan.

“Pembagian biasa kita lakukan setiap hari menjelang waktu berbuka puasa dan juga menjelang sahur di sekitar wilayah Berau,” ungkapnya.

Hal ini bertujuan guna meringankan beban masyarakat yang benar-benar terdampak dengan adanya pandemi Covid-19.

“Ditengah pandemi ini, banyak masyarakat yang terdampak. Untuk itu kami ingin sedikit membantu meringankan beban masyarakat,” tuturnya.

Antisipasi Balap Liar, Polres Berau Rutin Patroli

BERAUTODAY, TANJUNG REDEB – Personel Polres Berau rutin melakukan patroli dini hari untuk mengantisipasi aksi balap liar. Patroli biasa dilakukan di seputaran Tanjung Redeb dan kawasan rawan terjadinya balap liar, seperti Jalan Ring Road Bandara Kalimarau.

Kasubbag Humas Ipda Lisinius Pinem mengatakan patroli antisipasi balap liar ini mulai diaktifkan sejak pertama bulan Ramadan.

“Biasanya, pada waktu bulan Puasa sekelompok remaja meramaikan beberapa tempat usai subuh, hal ini disinyalir dimanfaatkan untuk balap liar,” ujar Ipda Pinem saat dikonfirmasi, Minggu (17/5).

Sebelumnya, personel Polres Berau mengamankan belasan remaja yang hendak melakukan aksi balap liar di beberapa tempat di Tanjung Redeb dan Teluk Bayur.

“Barang bukti berupa 11 sepeda motor turut kami amankan. Dalam penertiban tersebut, selain pelanggaran balap liar dan mengemudi secara tidak wajar pelanggaran lain yang ditemukan dari ke-10 orang terlapor ini diantaranya, tidak memilik SIM, tidak dilengkapi STNK, dan tidak menggunakan helm,” jelasnya.

Selain patroli jelang subuh, pihaknya juga melakukan patroli serupa jelang waktu berbuka puasa.

“Ini dilakukan demi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Edarkan Uang Palsu, Ancaman 15 Tahun Penjara Menanti

BERAUTODAY, TANJUNG REDEB – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, masyarakat biasanya berbelanja dalam jumlah besar. Baik pertokoan maupun pasar tradisional akan dipenuhi oleh masyarakat.

Maka dari itu, Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning meminta masyarakat agar berhati-hati terhadap peredaran uang palsu (upal).

Situasi ini sangat rentan terhadap peredaran uang palsu. Terlebih di saat momen seperti ini, tentu pedagang tidak akan lagi mengecek keaslian uang tersebut.

“Kita sudah antisipasi peredaran uang palsu ditengah masyarakat saat ini. Kami juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Jumat (15/5/2020).

Hingga saat ini belum ada laporan mengenai upal. Namun, Kapolres tetap memerintahkan jajarannya untuk melakukan patroli dan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai jenis uang palsu.

“Silahkan masyarakat laporkan. Uang Rp 10 ribu pun kalau itu palsu, akan kami proses,” ujarnya.

Pihaknya pun membentuk satuan tugas (Satgas) untuk mengantisipasi peredaran upal tersebut, yang masuk dalam Operasi Ketupat.

“Kami juga sudah monitoring kawasan mana saja yang rawan. Dikhawatirkan, terjadi pencurian saat lebaran. Biasanya lebaran rumah dalam keadaan kosong,” jelasnya.

“Selain peredaran upal, balapan liar dan sahur on the road juga dilarang,” ungkapnya.

Sasaran uang palsu jelas adalah pedagang. Maka dari itu, pengamanan akan ditingkatkan . jika menemukan, segera amankan pelaku. Tetapi Kapolres ingatkan, jangan main hakim sendiri jika menemukan pelaku.

“Serahkan kepada pihak berwajib. Agar segera ditindaklanjuti,” katanya.

Terkait dengan upal sendiri terancam pasal 244 dan 245 KUHP dengan ancaman masing-masing 15 tahun penjara, baik bagi pembuat maupun pengedar uang mainan atau palsu yang digunakan dengan maksud menipu.

“Jelas sudah ancaman pidananya bagi pelaku. Maka itu, saya imbau masyarakat berhati-hati,” pungkasnya.

Cek Pos Pelayanan Ops Ketupat Mahakam 2020, Kapolres Himbau Masyarakat Tidak Mudik

BERAUTODAY, TANJUNG REDEB – Jelang 10 hari lebaran, Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning didampingi Wakapolres Kompol Andin Wisnu melakukan pengecekan pos pelayanan (Posyan) di KM 5 Tanjung Redeb, Kamis (14/5/2020).

Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan setiap pos dalam Operasi Ketupat Mahakam 2020, yang telah digelar sejak 24 April lalu.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning mengatakan Operasi Ketupat Mahakam 2020 ini untuk mewujudkan situasi yang aman dan kondusif di Bumi Batiwakkal.

Operasi tersebut juga menyasar pada pelanggaran lalu lintas dan warga yang nekat melakukan mudik di tengah pandemi Covid-19.

“Salah satu tujuan Operasi Ketupat ini adalah mencegah masyarakat untuk mudik guna mencegah penyebaran virus Corona,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres menyampaikan kepada petugas jaga agar dalam bertindak dilapangan lebih mengedepankan upaya preventif baru represif.

“Penindakan ini menegaskan larangan mudik pemerintah, saya sampaikan mudik tetap dilarang,” kata Kapolres.

Kepolisian juga akan menindak tegas para pengendara kendaraan travel gelap yang terdiri bus, minibus, mobil pribadi, dan truk yang dialihfungsikan untuk mengangkut pemudik.

Para pengemudi travel dikenakan saksi tilang dengan dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan penjara maksimal 2 bulan.

Sementara, pengemudi truk dikenakan Pasal 303 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan karena mengalihfungsikan kendaraan barang untuk mengangkut penumpang.

“Sampai hari ini kita belum temukan adanya pelanggaran tersebut. Tapi jika ada yang melanggar, kita tidak segan memberikan sanksi tegas,” jelasnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo melarang masyarakat untuk mudik guna mencegah penularan Covid-19.

Keputusan itu disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Selasa (21/4/2020). Larangan mudik tersebut mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB.

Polres Berau Bentuk Tim Penanganan Jenazah Covid-19

BERAUTODAY, TANJUNG REDEB – Mengantisipasi terjadinya hal terburuk terkait kasus Covid-19 di Bumi Batiwakkal, Polres Berau segera mengambil langkah antisipasi. Mulai dari membentuk tim yang terdiri dari petugas jenazah hingga petugas pemakaman.

“Jelas kita berharap para pasien sembuh dan kembali kepada keluarganya. Namun saat ini kami tetap ambil langkah antisipasi,” ungkap Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo, Selasa (12/5/2020).

Sebelumnya tim diberi pembekalan dan arahan terkait penanganan jenazah dengan standar penanganan Covid-19. Kemudian dilanjut pelatihan penanganan hingga proses pemakaman.

Hal ini sebagai langkah antisipasi jika lebih dari satu kasus terburuk terjadi. Apalagi saat ini sudah ada 34 kasus pasien yang terkonfirmasi positif. Tentu saja langkah antisipasi sangat penting dilakukan.

“Kita antisipasi manakala yang meninggal lebih dari satu dan petugas jenazah dan pemakaman yang ada kewalahan atau masyarakat tak sanggup dalam kepengurusannya, sehingga polres Berau siap membantu,” jelasnya.

Namun tetap diharapkan hal buruk tersebut tidak terjadi. Kapolres berharap pasien yang terjangkit virus corona bisa segera sembuh dan kembali bergabung dengan keluarganya.

“Walau langkah antisipasi sudah kita lakukan, kita tetap berharap hal terburuk itu terjadi. Kita berharap pasien segera sembuh dan dapat berkumpul dengan keluarga,” tuturnya.

Langkah Antisipasi, Polres Berau Bentuk Tim Hunter

BERAUTODAY, TANJUNG REDEB – Sebagai langkah antisipasi menghadapi hal terburuk di Bumi Batiwakkal, dengan adanya 34 kasus positif Covid-19 dan dikhawatirkan akan bertambah lagi, Polres Berau membentuk Tim Hunter.

Tugas Tim Hunter adalah melakukan negosiasi hingga penjemputan paksa kepada warga yang diduga terjangkit virus corona namun menolak di obati oleh medis.

“Jadi, kalau ada yang diduga positif tapi gak mau diobati oleh tim medis, maka akan langsung kita lakukan negosiasi bahkan hingga penjemputan paksa dengan standar penanganan Covid-19,” ungkap Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning di Mapolres Berau, Selasa (12/5/2020).

Tim ini ada di setiap kecamatan di Bumi Batiwakkal. Tim ini dibentuk untuk membantu petugas medis dalam melakukan penjemputan.

“Kita bekerjasama dengan petugas medis untuk lakukan penanganan awal berupa penjemputan. Untuk itu, Tim Hunter ini tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Berau”

Hingga saat ini, himbauan demi himbauan terus dilakukan oleh jajaran Polres Berau di tengah pandemi Covid-19. Mulai dari pemakaian masker, jaga jarak, cuci tangan hingga meminta kepada warga agar segera kembali apabila tidak ada urusan diluar rumah.

“Ini bukan untuk kita saja, tapi untuk sesama, jadi kita harap masyarakat ikuti arahan Pemerintahan Daerah demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Sudah Dianggap Seperti Anak Sendiri, Pria Ini Tega Gelapkan Uang Majikannya

TANJUNG REDEB – Bekerja sama dengan Polres Kutai Timur, Satreskrim Polres Berau berhasil mengamankan MY (33) saat melintas di wilayah Kutim, pada Kamis (7/5/2020) sekitar pukul 19.00 wita.

Pelaku yang diketahui sudah dianggap sebagai anak oleh korban bernama Gideon Andris ini tega menggelapkan uang perusahaan.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning menjelaskan kronologis kejadian bermula saat admin CV. Hulu Putra Banua memberi tahu korban bahwa uang belanja perusahaan telah digelapkan sejak Februari hingga April 2020.

“Korban berusaha menghubungi pelaku, namun tidak diangkat. Dikamarnya pun tidak ada. Korban pun mengecek cctv dan melihat pelaku telah pergi dari rumah sejak pagi dengan membawa sejumlah barang. Korban pun langsung melaporkan kerjadian tersebut ke Polres Berau,” jelas Kapolres di Ruang Konferensi Pers, Selasa (12/5/2020).

Polisi pun langsung melakukan pengejaran. Polres Berau juga bekerjasama dengan Polres Kutai Timur, karena mendapat laporan pelaku sempat melintas di sekitar Sangatta.

“Pelaku yang mengendarai mobil dari Berau, akhirnya harus berhadapan dengan petugas kepolisian di Pos Polisi Jl AW Syahranie (eks Jl Pendidikan), Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur, sekitar Kamis (7/5/2020) sore. Saat itulah pelaku langsung kita amankan,” ungkapnya.

Selain pelaku, beberapa barang bukti turut diamankan. Yaitu uang tunai Rp. 52.360.000,- , 3 unit HP merk samsung, 1 unit ipad merk Apple, 5 buah charge HP, 3 buah kartu ATM, 1 buah jam tangan, 2 buah tas tangan, 1(satu) buah dompet, Nota penagihan pedagang dan slip pengeluaran uang perusahaan.

“Akibat penggelapan uang ini korban menderita kerugian sebesar Rp 311.195.000,- ,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, pelaku terancam Pasal 374 Sub Pasal 372 KUHP Tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara.

Sempat Melawan, Spesialis Pencuri Tabung Gas Dihadiahi Timah Panas

TANJUNG REDEB – Jajaran Satreskrim Polres Berau berhasil mengamankan seorang residivis pencurian tabung gas berinisial AK (26).

AK dibekuk polisi pada Jumat (8/5/2020) sekitr pukul 02.30 wita di Jalan Pemuda. Selain pelaku, poliis juga menyita barang bukti berupa 1 buah tabung gas 12 kg, 1 buah tabung gas 5 kg, 6 buah tabung gas 3 kg dan 1 buah alat cuci motor.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning menjelaskan penangkapan berawal dari banyaknya laporan masyarakat yang kehilangan elpiji sekitar bulan April 2020.

“Unit Jatanras langsung melakukan penyelidikan di sekitar wilayah hukum Polres Berau. Pelaku berhasil kita amankan pada hari Jumat tanggal 8 Mei 2020 di Jalan Pemuda, Tanjung Redeb,” ungkapnya.

Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku karena sempat melakukan perlawanan dan berupaya melarikan diri saat penangkapan.

Usai penangkapan, polisi langsung melakukan pengembangan. Diketahui bulan April pelaku mengambil 2 buah tabung gas di Jalan Milono, 2 buah tabung gas di Jalan Raja Alam, 1 buah tabung gas di Jalan Murjani III, 2 buah tabung gas di Jalan Abu-Abu dan 1 buah tabung gas di Jalan Murjani II.

Sebelumnya, pelaku juga pernah ditahan. Kini diamankan kembali dengan kasus yang sama.

“Pelaku terancam pasal 363 tentang pencurian dengan hukuman paling lama 9 tahun penjara,” pungkasnya.

Antisipasi Balap Liar, Polres Berau Rutin Patroli Subuh

BERAUTODAY, TANJUNG REDEB – Di bulan suci Ramadan 1441 H, personel Polres Berau rutin melakukan patroli dini hari untuk mengantisipasi aksi balap liar. Patroli biasa dilakukan di seputaran Tanjung Redeb dan kawasan rawan terjadinya balap liar, seperti Jalan Ring Road Bandara Kalimarau.

Kasubbag Humas Ipda Lisinius Pinem mengatakan patroli antisipasi balap liar ini mulai diaktifkan sejak pertama bulan Ramadan.

“Biasanya, pada waktu bulan Puasa sekelompok remaja meramaikan beberapa tempat usai subuh, hal ini disinyalir dimanfaatkan untuk balap liar,” ujar Ipda Pinem, Senin (11/5).

Sebelumnya, personel Polres Berau mengamankan belasan remaja yang hendak melakukan aksi balap liar di beberapa tempat di Tanjung Redeb dan Teluk Bayur.

“Barang bukti berupa 11 sepeda motor turut kami amankan. Dalam penertiban tersebut, selain pelanggaran balap liar dan mengemudi secara tidak wajar pelanggaran lain yang ditemukan dari ke-10 orang terlapor ini diantaranya, tidak memilik SIM, tidak dilengkapi STNK, dan tidak menggunakan helm,” jelasnya.

Selain patroli jelang subuh, pihaknya juga melakukan patroli serupa jelang waktu berbuka puasa.

“Ini dilakukan demi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Peringati Nuzulul Qur’an, Polres Berau Gelar Zikir dan Doa Bersama Dirumah Masing-Masing

BERAUTODAY, TANJUNG REDEB – Ditengah pandemi virus corona, Polres Berau mengadakan zikir dan doa bersama dalam menyambut Nuzulul Qur’an di malam ke-17 Ramadan. Kegiatan ini dilakukab serentak oleh Personel Polres Berau dan jajaran Polsek yang beragama Islam dirumahnya masing-masing, Sabtu (9/5).

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning mengatakan pelaksanaan Zikir dan doa bersama ini selain dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, juga meminta pertolongan kepada Allah SWT. agar Covid-19 (coronavirus disease) segera berlalu.

“Tidak bisa berkumpul bukan berarti tidak bisa beribadah. Seperti tadi malam (Sabtu, red) kami melakukan zikir dan doa bersama dirumah masing-masing,” ujarnya.

Ditengah situasi pandemi saat ini penting untuk mengikuti anjuran dari pemerintah dan lembaga keagamaan.

“MUI juga sudah menghimbau masyarakat bahwa selama bulan Ramadan dan pandemi Covid-19 ini untuk melakukan ibadah dirumah,” lanjutnya.

Menurutnya, penting adanya physical distancing untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Physical distancing itu penting, tidak berkumpul bukan berarti kita tidak bisa beribadah, dirumah pun kita masih bisa beribadah bersama keluarga,” ujarnya.

Selain mengadakan zikir dan doa bersama, Polres Berau juga rutin melakukan bakti sosial berupa pembagian sembako dan makanan siap saji kepada masyarakat kurang mampu.

“Ini kami lakukan sebagai bakti pelayanan kami kepada masyarakat. Semoga apa yang kami berikan bermanfaat dan menjadi berkah untuk kita semua,” tuturnya.