Operasi Ketupat Mahakam 2020 Dimulai, Aktivitas Warga Mudik Jadi Sasaran Utama

BERAUTODAY, TANJUNG REDEB – Razia besar-besaran dalam rangka Operasi Ketupat Mahakam 2020 di wilayah Kepolisian Resor Berau (Polres Berau) mulai digencarkan.

Operasi tersebut menyadar pada pelanggaran lalu lintas dan warga yang nekat melakukan mudik di tengah pandemi Covid-19.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning melalui Kabag Ops Kompol Agus Arif mengatakan Operasi Ketupat Mahakam 2020 ini untuk mewujudkan situasi yang aman dan kondusif di Bumi Batiwakkal.

“Salah satu tujuan Operasi Ketupat ini adalah mencegah masyarakat untuk mudik guna mencegah penyebaran virus Corona,” ujar Kabag Ops sat melakukan pengecekan Pos di poros Berau-Bulungan, Sabtu (9/5).

Dalam kegiatan tersebut, Kabag Ops menyampaikan pihaknya lebih mengedepankan upaya preventif dan represif saat melakukan penindakan di lapangan.

Sementara itu, Kasubbag Humas Ipda Lisinius Pinem mengatakan Operasi Ketupat Mahakam 2020 akan berlangsung selama 37 hari ke depan, yang dimulai sejak tanggal 24 April sampai pasca Hari Raya Idul Fitri pada 30 Mei 2020.

“Ada sekitar 200 personel Polres Berau dan Polsek jajaran yang kami libatkan dalam operasi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ipda Pinem menjelaskan, Polres Berau juga mendirikan Posko Kepolisian Terpusat Operasi Ketupat Mahakam yang terdiri dari 1 Pos Check Point atau penyekatan di Perbatasan Berau-Bulungan, 1 Pos Pembantu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Pelabuhan Dermaga Teratai, 1 Pos Covid-19 di Rinding Teluk Bayur dan 1 Pos Pelayanan Dermaga Wisata Sanggam.

Total ada lima pos yang didirikan dalam operasi ini.

Adapun lokasi yang disasar dalam operasi ini dimulai dari jalan raya, jalan arteri, tempat wisata, tempat pemakaman, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, SPBU, tempat pembagian zakat, tempat salat Idul Fitri, terminal, bandara hingga pelabuhan juga tak luput dari sasaran operasi.

Selain itu, pedagang petasan dan minuman keras juga menjadi atensi utama untuk disasar, terlebih penjual kedua jenis barang tersebut sangat mengganggu kenyamanan warga di tengah kegiatan ibadah bulan Ramadan.

“Jadi selain itu, kami juga menyasar tempat-tempat penjualan petasan atau mercon, miras, juga memantau aktivitas media sosial,” ucapnya.