Kembali Berulah, Residivis Pencurian di Dor Polisi

“Berani berbuat kejahatan di Berau, kita tangkap. Jadi jangan berani coba,” ujar Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning memulai konferensi pers di Polres Berau, Senin (04/05/2020).

Beberapa waktu lalu, Polres Berau membentuk tim untuk menangkap pelaku kejahatan. Hal ini akibat banyaknya laporan dari masyarakat, terutama kasus pencurian.

Dengan dibopong oleh petugas, seorang residivis berinisial RI (25) harus kembali mendekam di balik jeruji akibat perbuatannya. Dirinya ditangkap karena tindak pidana pencurian.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning didampingi jajarannya, menjelaskan kronologis pengungkapan pelaku berawal dari laporan korban atas nama Muhammad Arif warga Jalan Cut Nyak Dien, Rinding, Teluk Bayur yang mendapati keadaan rumahnya dalam keadaan terbuka dengan bekas congkelan di gagang pintu

“Korban ini masuk ke dalam rumah dan mendapati beberapa barang berharganya telah raib,” ujar AKBP Edy.

Dari aduan tersebut, tim dari Reskrim Polsek Teluk Bayur bekerjasama dengan unit Opsnal Polres Berau kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku pada Sabtu (02/05/2020) sekitar pukul 17.00 wita di Pasar Sanggam Adji Dilayas Teluk Bayur.

“Selain pelaku, beberapa barang turut diamankan sebagai barang bukti, berupa 3 gelang emas masing-masing 2 gram, 1 unit HP merk Samsung Grand prime warna, 1 unit HP merk Sony experia warna merah muda, 1 jam tangan merk Eiger dan 1 jam tangan perempuan,” jelasnya.

Akibat pencurian tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp 6,5 juta.

Sementara dari hasil pengungkapan polisi kemudian pengembangan kembali kasus RI dan diketahui pelaku juga melakukan aksi yang serupa pada, Rabu (01/04/2020) di Kecamatan Gunung Tabur dengan barang bukti berupa 1 Unit Televisi dan 1 Unit Laptop.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman 9 tahun penjara, selain itu petugas juga melakukan tindakan tegas terukur kepada pelaku lantaran melawan saat akan ditangkap,” pungkasnya.

Gara-Gara Bakar Motor, Pria Ini Diamankan Polisi

BERAUTODAY, TANAJUNG REDEB – Seakan Tak jera, pria berinisial AH alias Aan (26) kembali beraksi. Dirinya ditangkap petugas lantaran melakukan tindak pidana pengrusakan serta pencurian.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning menyebut penangkapan bermula dari kasus pembakaran sepeda motor di Jalan Raja Alam I, Sambaliung dan sempat viral di media sosial.

“Saat kejadian, pemilik motor bernama Rifani alias Oneng sedang tidur. Saat mendengar ada suara gaduh, dirinya bangun. Karena panik, korban langsung memadamkan api dengan air parit depan rumahnya. Kemudian langsung melapor ke Polsek Sambaliung,” jelasnya saat konferensi pers di Polres Berau, Senin (04/05/2020).

AKBP Edy mengatakan motor yang dibakar tersebut sebenarnya salah sasaran, karena AH awalnya ingin membakar motor temannya.

“AH sempat ribut dengan temannya dan berniat ingin membakar motornya, tapi malah yang dibakar motor orang lain,” ujarnya.

Kemudian, Polsek Sambaliung bersama Satreskrim Polres Berau melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus pelaku di kontrakannya di Jalan Cempaka Merah, Tanjung Redeb pada Selasa (28/04/2020) sekitar pukul 15.00 wita.

“Pelaku terpaksa kami lumpuhkan karena hendak kabur dan melawan petugas saat penangkapan,” ujarnya.

Setelah berhasil ditangkap, petugas kembali melakukan pengembangan dan berhasil lagi kasus lainnya yakni pencurian laptop dan telepon genggam. Dalam melakukan aksinya, AH membawa senjata tajam jenis badik yang digunakan untuk melukai korbannya jika berani melawannya.

“Pelaku dijerat pasal 406 KUHP tentang Pengerusakan dan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara. Serta Pasal 2 ayat (1) UU Drt No. 12 Tahun 1951 tentang Membawa atau Memiliki Senjata Tajam tanpa Ijin dengan Pidana Penjara selama-lamanya 10 tahun,” tambahnya.

AH juga merupakan residivis yang sudah berulang kali masuk ke jeruji dengan tindak pidana yang berbeda, diantaranya pembunuhan, pembakaran gedung, dan pencurian sepeda motor (curanmor).

“Pelaku baru saja keluar pada Februari 2020 dan bukan merupakan bagian dari napi yang mendapat asimilasi. Baru saja keluar, sudah berulah lagi. Pelaku mendapat pasal berlapis, dan kami pastikan di pengadilan pelaku mendapat hukuman yang berat,” pungkasnya.

Karena Sakit Hati, Wanita Ini Tega Bunuh Kekasihnya Sendiri

TANJUNG REDEB – Seorang perempuan berinisial MN(26) tega membunuh kekasihnya sendiri lantaran sakit hati karena selama tujuh tahun kumpul satu rumah, selalu mendapat kekerasan fisik dari korban Anselmus (45) kepadanya.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning dalam rilisnya, Senin (04/05/2020) di Mapolres Berau.

Awalnya petugas mengira pelaku dan korban adalah pasangan suami istri. Namun dalam pemeriksaan lebih lanjut, ternyata selama tujuh tahun hanya kumpul satu rumah tanpa ada ikatan status suami istri.

Kasus pembunuhan berencana ini terjadi di Kampung Tabalar Ulu, Kecamatan Tabalar yang baru terungkap pada Sabtu (02/05/2020).

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning mengatakan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang menemukan tulang belulang manusia di sekitar pondoknya.

Kasus ini terungkap setelah anggota Reskrim bersama Polsek Tabalar melakukan penyidikan. Polsek setempat langsung turun kelapangan dan menemukan sisa tulang lainya yang terbungkus sarung dan terikat batu didalam sungai.

Melihat keganjilan dilapangan, Tim dari Polres Berau ikut turun kelapangan untuk melakukan olah TKP. Setelah olah TKP, awal diperiksa adalah orang terdekatnya yaitu MN yang awalnya diketahui istrinya.

“Setelah olah TKP, tim melakukan pemeriksaan dan mencari barang bukti lainya, ditemukan kain bekas mengelap darah dirumah pelaku dan tumpukan kayu bekas bakaran yang digunakan untuk membakar kayu ulin yang digunakan saat membunuh korban,”tegas Kapolres.

“Dan tersangka membunuh pasanganya menggunakan kayu ulin saat korban tertidur di pondok kebun miliknya,” kata AKBP Edy.

Lanjut Kapolres, setelah membunuh, tersangka MN awalnya meminta tolong ke Saudaranya untuk membantu membuang korban. Karena saudaranya menolak, MN meminta tolong kepada temannya, yaitu TH (37) untuk membantu membuang jasad suaminya ke sungai.

Karena memang ada hubungan asmara terselubung antara MN dan TH, keduanya membuang korban ke dalam sungai dengan diikat menggunakan batu.

“MN melakukan pembunuhan pada tanggal 12 Maret 2020 lalu. Bahkan, sebelumnya MN pernah melaporkan ke warga kalau korban,” tambah Kapolres.

Meski demikian, MN mengaku menyesali perbuatannya dan merasa cukup kehilangan pujaan hatinya tersebut yang sudah menemaninya selama 7 tahun.

“Walau saya merasa kehilangan, namun saya merasa puas atas perbuatan saya ini,” ucap MN.

Dari kejadian ini, MN dan TH ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di Mapolres Berau. Dalam kasus ini, keduanya dijerat pasal 340 dan pasal 338 Jo 55, atas pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup.

“Keduanya akan dikenakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman seumur hidup. Sedangkan untuk BB tulang belulang akan kami bawa ke Puslabfor,” pungkasnya.

Gunakan Kendaraan Roda Dua, Bripka Suratoyo Keliling Bagikan Sembako

Ditengah ancaman pandemi Covid-19 (coronavirus disease), Polres berau dan jajaran terus memberikan bantuan sebagai bakti pelayanan kepada masyarakat.

BERAUTODAY, TANJUNG REDEB – Seperti biasa, Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Panjang Bripka Suratoyo menyambangi warganya. Kali ini tidak hanya memberi himbauan kepada masyarakat, namun juga membagikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat.

menggunakan kendaraan roda dua, Bhabinkamtibmas yang akrab disapa masyarakat dengan nama Pak Toyo ini berkeliling membagikan sembako yang dibawa dengan motornya.

Kapolsek Tanjung Redeb Iptu Rakhmad WD mengatakan pihaknya terus membagikan sembako kepada masyarakat terdampak virus Corona. Menurutnya, ini karena banyak masyarakat yang kehilangan mata pencahariannnya.

“Kami selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya di wilayah Tanjung Redeb. Termasuk membantu masyarakat kurang mampu terdampak Covid-19,” ujarnya, Senin (04/05/2020).

Pihaknya juga rutin memberi himbauan kepada masyarakat akan bahaya Covid-19.

“Kami juga rutin menghimbau masyarakat agar mengikuti himbauan yang diberikan pemerintah agar tetap berada di rumah saja jika tidak ada hal yang penting serta senantiasa memakai masker saat keluar rumah dan menghindari kerumunan,” ujarnya.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning mengatakan kepolisian terus memberikan bantuan kepada masyakarakat , mulai dari sembako hingga membagikan makanan siap saji. Hal itu dilakukan sebagai bakti pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Kapolres juga berharap apa yang telah dilakukan pihaknya bisa membantu meringankan beban masyarakat karena tidak bisa mencari nafkah akibat wabah virus Corona.

“Semoga yang kami berikan menjadi berkah untuk masyarakat. Kami akan terus membagikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bukan hanya seputaran Kota saja, namun kami harap bisa menjangkau seluruh masyarakat di Bumi Batiwakkal,” tuturnya.