Tolak Beroperasi di Berau, FPSB Datangi Bupati

TANJUNG REDEB – Usai melaksanakan demo pada Minggu (21/7) lalu. Penolakan warga terhadap toko swalayan nasional tersebut terus berlanjut dengan melakukan pertemuan langsung dengan Bupati Berau dan dinas terkait di Ruang Kakaban Gedung Pemkab Berau pada Selasa(23/7) sore. Beberapa perwakilan dari toko swalayan lokal serta HIPMI Berau hadir dalam pertemuan ini.


Perwakilan dari UMKM Berau, Yozzie Prize Avidar menuturkan merasa belum perlu menambah toko swalayan sebanyak 10 titik dan itu bersamaan. Kebutuhan dari masyarakat sudah tercukupi dengan toko swalayan yang ada sekarang. Andai hanya ditambah satu, itu bukan masalah. Karena tidak ingin menghalangi datangnya investor ke Bumi Batiwakkal.


“Berbeda bagi pelaku UMKM karena tidak akan pernah bisa memasukkan produknya ke toko swalayan tersebut. Karena ada minimal penitipan yang harus dipenuhi UMKM tersebut. Berbeda dengan toko swalayan lokal, produk kami bisa diterima untuk dimasukkan ke tokonya,” ujar Yozzie.


Datu Kesuma dari Dinas Perizinan Kabupaten Berau menjelaskan perihal masalah dari perizinan toko swalayan tersebut. Meski sudah mengantongi Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS), tapi tentu dengan beberapa persayaratan yang harus dipenuhi. Namun ada beberapa perijinan yang belum terpenuhi.


Dinas Perizinan berencana akan mengadakan pertemuan dengan pimpinan toko swalayan tersebut, karena sampai saat ini belum ada pertemuan antara Dinas Perizinan dengan pihak pemilik toko swalayan nasional tersebut. Yang ada hanya sekedar pertemuan dengan orang-orang lapangannya.


Usai pertemuan, saat diwawancara Bupati Berau Muharram menyampaikan dirinya tidak bisa langsung menolak ataupun menyetujui dibukanya toko swalayan tersebut tanpa adanya landasan hukum dan juga belum ada pertemuan dengan pihak toko swalayan nasional tersebut. Menurutnya, masalah ini perlu dikaji dan dipelajari dulu.


“Kalau masalah merugikan daerah sih nggak, ya. Tapi lebih ke keluhan dan toko lokal yang mempengaruhi eksistensi mereka, di sisi lain toko swalayan nasional itu juga harga barangnya relatif murah, pada akhirnya bisa membunuh pedagang kecil. Termasuk apakah bisa produk lokal bisa dimasukkan disitu, supaya bisa jadi penyalurnya juga gitu” ujar Muharram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *